Asal Penggunaan Kanan Kiri


Kecenderungan kita menggunakan tangan kanan ketimbang tangan kiri untuk melakukan tugas tugas yang memerlukan keahlian serta kecermatan tertentu, mungkin sudah berawal dari prasejarah.
Kata Nicholas Toth, ahli Universitas California, Berkeley, hominid yang hidup antara 2 sampai 2 sampai 1,5 juta tahun lalu di Afrika Timur lebih cenderung menggunakan tangan kanan mereka untuk membuat peralatan dari batu. Darimana ia tahu? Tanda tandanya jelas terlihat, kata dia, diantara peralatan batu purba yang digali dari daerah – daerah Koobi Fora di bagian timur Danau Turkanan, Kenya Utara. Alat – alat itu mungkin dibuat oleh nenek moyang kita, Homo Habilis.
Ketika menyentuh batu, orang bertangan kanan biasanya memegang palu batunya di tangan kanan, dan batu yang di serpihannya di tangan kiri. Dan untuk melepaskan serpihannya itu, orang bertangan kanan biasanya memutarnya menurut arah jam (dari atas). maka serpihan yang terhasil adalah yang berorientasi kanan, pada bagian kanan serpihan ada sedikit sisa lebih permukaan batu yang di serpih. Orang kidal menghasilkan pola sebaliknya.
Di tujuh lokasi Koobi Fora yang diteliti Toth, 57 % serpih yang dilepaskan berorientasi kanan, dan 43 % berorientasi kiri. Uji coba Toth sendiri mencerminkan kecenderungan tangan kanannya-kiri itu.
Sekitar 90 % manusia, dari segala bangsa, bertangan kanan. Kita satu satunya mamalia yang cenderung lebih menggunakan tangan yang satu ketimbang lainnya. Simpanse pun yang secara otomatis dan biokimiawi amat dekat dengan kita, tidak menunjukkan kecenderungan seperti ini. Kita juga, uniknya berkomunikasi dengan bahasa lisan.
Bicara nampaknya dikendali oleh bagian otak kiri otak. Bagian otak ini, nampaknya juga, yang bertanggung jawab untuk mengendali kehalusan gerak untuk membuat peralatan. Bagian kanan orak yang mengendali persepsi ruang kita.
Kita tak tahu mana yang lebih dulu dikuasai nenek moyang kita, membuat peralatan atau bicara. Ada banyak teori, tapi jawabannya tak akan pernah tuntas, karena walau sisa – sisa teknologi kita akan bertahan, seni dan banyak lagi tanda-tanda kemampuan mental kita tentu saja telah terekam dalam fosil. Pendapat bahwa bahasa baru muncul pada manusia yang benar – benar modern, selama 40.000 tahun lalu, kini nampaknya tak dapat di pertahankan.
Penemuan Toth tentang kekanan-tangan manusia yang begitu awal dalam catatan fosil manusia menunjukkan, bahwa otak manusia dalam struktur dan fungsinya telah menjadi asimetris, maka lebih mirip manusia modern, sekitar 2 juta tahun lalu. Dan mungkin laterasi otak ini bahkan telah dimulai lebih awasi lagi.
Tak ada cara langsung untuk mengetahui apakah bahasa lisan mengiringi penggunaan dan pembuatan peralatan di masa purba. Ralph Holloway, seorang ahli dari Universitas Columbia melihat, bahwa proses kognitif yang terlihat dalam pembuatan peralatan dan bahasa sangat dekat berhubungan. Ahli ahli lain menganggap kemampuan bicara sebagai akibat dari literasi dan pembuatan peralatan. Sedangkan ada juga pendukung yang menyatakan bahwa kemampuan bicara berevolusi terlebih dahulu.
Teori baru Рbaru ini menyatakan bahwa kekanan-tangan berevolusi lebih dahulu sebelum laterasasi dan bicara. Katanya, kekanan-tangan  berevolusi karena ia memudahkan belajar kemampuan bicara berkembang. Kalau si pangajar dan si murid sama sama bertangan kanan, kata pendukung teori ini, maka penurunan suatu keahlian akan lebih mudah.
Selain lateralisasi otak yang dilihat Holloway pada makhluk makhluk australopiteus dan Homo purba, apakah ada tanda – tanda tak langsung lain yang mencatat kemampuan bicara hominid? Kata Dean Falk, dari Universitas Puerto Rico, ada. Pada Tahun 1983, ia katanya telah menemukan bukti, bahwa salah satu hominid Koobi Fora, yaitu makhluk lelaki yang diberi nama kode 1470, mempunyai daerah pusat untuk bicara di bagian kiri otaknya. Dalam manusia modern, pusat ini, disebut daerah Broca, mengendali otot-otot mulut dan tenggorokan selama bicara. Falk melihat tanda-tanda ini pada fosil otak 1470 itu. Ia mungkin saja dan bisa pula bukan, merupakan tanda-tanda kemampuan bicara. Belum pasti benar. Kebanyakan ahli, tidak seperti Falk, bahkan belum begitu yakin adanya kemampuan bicara yang begitu awal dalam evolusi manusia. Daerah Broca sendiri, kata mereka, belum lah merupakan bukti kuat untuk menyatakan bahwa 1470 dan hominid hominid masa itu mampu berbicara. Karena menurut seorang ahli lainnya, walaupun mekanisme saraf untuk memproduksi bisa cara sudah ada sejak awal evolusi manusia, aparat anatomis lainnya yang diperlukan untuk mampu berbicara baru berevolusi sekitar 250.000 tahun lalu. Nah tambah bingung, bukan ?

Baca juga ...  Perkiraan Terbaru Usia Bima Sakti